Dari Kacamata Al-Qur’an
Peran Strategis Mahasiswa. Sebagai bagian dari pemuda, memiliki karakter positif antara lain idealis dan energik. Idealis berarti mahasiswa masih belum terkotori oleh kepentingan pribadi, juga belum terbebani oleh beban sejarah atau beban posisi dalam struktur kekuasaan negara. Artinya mahasiswa masih bebas menempatkan diri pada posisi yang dia anggap terbaik tanpa adanya resistensi yang terlalu besar. Sedangkan energik berarti pemuda siap sedia melakukan “kewajiban” yang dibebankan oleh suatu ideologi manakala dia telah meyakini akan kebenaran ideologi itu.
Dalam perspektif al-Quran mahasiswa memiliki tiga peran strategis. Pertama, sebagai generasi Penerus, “Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya” (Q.S Ath-Tur:21), yang dimaksud dari ulasan ayat tersebut yaitu Negara yang ada saat ini adalah tidak lepas dari perjuangan Revolusioner kita terdahulu dan inilah kewajiban kita sebagai generasi muda yang mempunyai kesadaran untuk meneruskan nilai-nilai kebijaksanaan yang ada pada suatu Masyarakat (Ummat) untuk jalannya suatu perjuangan dan janji Allah Pada Ummatnya siapa yang mampu untuk melakukan hal yang demikian, Allah akan meninggikan Derajat kita layaknya derajat yang telah diberikan pada para pejuang kita terdahulu.
Kedua, sebagai generasi Pengganti, “Hai orang-orang yang beriman, barang siapa yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah cintai mereka dan merekapun mencintaiNya (Q.S Al-Maidah:54), dari paparan ayat diatas, bahwasanya bukan sekedar Makhluk yang keluar dari suatu keyakinan atau agamanya saja, akan tetapi agama disitu juga dimaksudkan untuk jiwa-jiwa yang sadar akan tanggungjawab, akan tetapi menafikan hakekat dari keberadaan dirinya dimuka bumi atau tanggungjawab yang dimilikinya dengan berbalik arah pada suatu jalan yang hanya memberikan suatu kemudhorotan bagi kaum disekelilingnya, selain itu yang dimaksudkan dengan kata mengganti itu sendiri memiliki makna yaitu menggantikan kaum yang memang sudah tidak patut untuk dipertahankan dan tidak produktif lagi dalam proses kehidupan.
Ketiga, sebagai generasi Pembaharu “Sesungguhnya telah datang kepadaku sebagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, Maka ikutilah aku. Niscaya aku akan menunjukkan jalan yang lurus (Q.S Maryam:42), yang dimaksudkan pada ayat tersebut adalah suatu himbauan bahwasanya setiap insan dimuka bumi pada hakekatnya telah diberikan suatu bekal ilmu pengetahuan, akan tetapi dengan apa yang telah dimilikinya bukan berarti manusia akan berhenti pada satu pengetahuan saja, karena ilmu yang telah dimilikinya hanya sebagian ilmu yang ada dimuka bumi ini. Oleh sebab itu, manusia dianjurkan untuk terus mencari dan memperdalam pengetahuannya. Selain itu yang dimaksudkan dari pembaharu disini yaitu manusia yang memiliki ilmu hendaknya tidak lantas berbangga hati dengan ilmu yang sudah ada, dan menjadikan ilmu yang dimiliki itu memiliki peran untuk mampu memberikan perbaikan dan memperbaharui kerusakan yang ada pada suatu kaum. Itulah peran strategis mahasiswa yang seharusnya mampu untuk diberdayakan sehingga peran mahasiswa menjadi produktif dan lebih progresif dalam gerak sebagai Agend Of Change.
By: IMMawati Rizqah Al-Ghozali Selengkapnya...